Mau buka Facebook, ga bawa hape 3.5G.
Mau buka Twitter, ga bawa hape 3.5G.
Mau denger iPod, ga ada baterei.
Mau baca buku, ketinggalan di rumah.
Akhirnya kegiatan gue nunggu bus sambil makan sate ayam pake lontong dan minum teh botol. Terus bengong-bengong duduk di lapangan parkir sambil liatan jalanan. Berpikir sejak kapan gue membutuhkan gadget buat membunuh waktu.
Di dalam bus gelap-gelapan, mau bobo-bobo pun ga bisa. Serba salah, apa yang sebaiknya dilakukan? Jadilah gue bersenandung dan bernyanyi selama satu jam perjalanan Jakarta-Lippo Karawaci.
Terima kasih. Biarpun gue mati gaya, paling tidak gue masih bisa ngamen di dalam bus umum. Uang recehnya, Pak? Bu? Kak?








